
Bioreaktor Baja Tahan Karat Skala Laboratorium Kecil Fermentasi 50-1000L
Bioreaktor Baja Tahan Karat Skala Laboratorium Kecil Fermentasi 50-1000L
1. Bejana Reaksi: Terbuat dari baja tahan karat berkualitas tinggi, bejana ini biasanya dilengkapi jaket untuk pengendalian suhu. Wadah ini menampung medium kultur dan menyediakan lingkungan steril untuk pertumbuhan sel.
2. Sistem Pengadukan: Terdiri dari pengaduk dan impeler, komponen ini membantu mencampur isi bejana secara merata, memastikan nutrisi tersebar ke seluruh bagian dan oksigen tersuplai ke sel. Kecepatan pengadukan dapat disesuaikan untuk meminimalkan tegangan geser pada sel yang sensitif.
3. Kontrol Suhu: Sering memiliki desain dinding ganda dengan jaket sirkulasi air atau minyak, bejana dapat dihubungkan ke sistem pemanas/pendingin yang dikendalikan termostat untuk menjaga suhu pertumbuhan optimal bagi organisme.
4. Sistem Aerasi: Sebuah sparger atau diffuser gas memasukkan udara atau oksigen murni ke dalam kultur untuk menyediakan oksigen terlarut yang diperlukan bagi kultur aerobik. Laju aliran gas dapat diatur untuk mengontrol kadar DO.
5. Sistem Kontrol pH: Dilengkapi dengan probe pH dan pompa dosis asam/basa, bioreaktor ini memungkinkan pemantauan waktu nyata dan penyesuaian otomatis pH kultur untuk menjaga kondisi ideal bagi metabolisme sel.
6. Sensor Level: Untuk mengelola ketinggian cairan di dalam bioreaktor, perangkat ini mungkin memiliki sight glass atau sensor level elektronik.
7. Port Sampling: Port pengambilan sampel steril memungkinkan peneliti mengambil sampel untuk analisis tanpa mengganggu sterilitas sistem.
8. Otomasi dan Pengendalian: Bioreaktor dilengkapi panel kontrol yang mengintegrasikan perangkat lunak akuisisi data, sehingga pengguna dapat memprogram dan memantau berbagai parameter proses seperti suhu, pH, kecepatan pengadukan, dan tingkat DO.
9. Kemampuan Sterilisasi: Bioreaktor dirancang agar mudah dibersihkan dan disterilkan, baik secara manual maupun melalui sistem CIP (Cleaning-in-Place) atau SIP (Sterilization-in-Place) bawaan.
10. Aksesori: Aksesori tambahan dapat mencakup probe untuk mengukur biomassa, gas terlarut, atau metabolit; klem dan seal untuk mengamankan port dan tabung; serta konektor untuk memasang selang bagi pemasukan nutrisi, pembuangan limbah, dan pengambilan sampel.
Jenis bioreaktor baja tahan karat skala kecil ini menawarkan fleksibilitas dalam desain eksperimen, skalabilitas untuk studi percontohan, serta data berharga untuk penskalaan ke bioreaktor produksi yang lebih besar.

Bagian-bagian Bioreaktor dan Fungsinya
Bioreaktor adalah perangkat yang digunakan untuk menampung dan mengkultivasi mikroorganisme, sel, jaringan, atau organ untuk reaksi biokimia dalam kondisi terkontrol. Komponen utama dan fungsinya adalah sebagai berikut:
1. Badan/Bejana Reaktor: • Fungsi utama: sebagai tempat terjadinya reaksi biologis, menyimpan dan mencampur media biologis (seperti media kultur), serta menyediakan ruang yang cukup untuk pertumbuhan dan reproduksi organisme.
2. Sistem Pengadukan: • Meliputi bilah pengaduk, motor, dan pengendali kecepatan, dll. Fungsi utama: melalui pengadukan, tercapai pencampuran media biologis yang merata di dalam reaktor, sehingga nutrisi, oksigen, faktor pertumbuhan, dll. terdistribusi secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan biologis.
3. Sistem Distribusi Gas: Biasanya mencakup saluran masuk udara, diffuser gelembung, atau kepala aerasi mikropori, dll. Fungsi utama: menyalurkan gas yang diperlukan (seperti udara atau oksigen murni) ke reaktor, menyediakan oksigen terlarut yang dibutuhkan untuk pertumbuhan biologis, dan membantu mengeluarkan karbon dioksida yang dihasilkan oleh metabolisme.
4. Sistem Pengendalian Suhu: • Dapat mencakup jaket, sistem sirkulasi air panas, koil pendingin, atau elemen pemanas bawaan, dll. Fungsi utama: mengendalikan suhu di dalam reaktor secara presisi agar sesuai dengan kondisi pertumbuhan optimal bagi berbagai organisme.
5. Sistem Kontrol pH: Terdiri dari sensor pH dan pompa injeksi asam-basa. Fungsi utama: pemantauan waktu nyata dan penyesuaian otomatis nilai pH di dalam reaktor untuk menjaga lingkungan reaksi biologis yang sesuai.
6. Sistem Pemberian Umpan: • Meliputi pompa umpan dan pipa. • Fungsi utama: penambahan nutrisi atau bahan penting lainnya secara tepat waktu selama proses reaksi untuk menjaga keberlangsungan reaksi biologis.
7. Sistem Pengambilan Sampel: Umumnya dilengkapi port pengambilan sampel dan botol sampel steril. Fungsi utama: mengambil sampel internal reaktor secara berkala untuk menganalisis informasi seperti jumlah organisme, konsentrasi produk, dan konsumsi nutrisi.
8. Sistem Pemantauan Daring: • Meliputi sensor untuk pengukuran oksigen terlarut, pengukuran kekeruhan, pemantauan biomassa, dll. Fungsi utama: pemantauan waktu nyata terhadap parameter penting di dalam reaktor, sebagai dasar untuk optimasi proses.
9. Sistem Pembersihan dan Sterilisasi: • Seperti perangkat CIP (Cleaning In Place) dan SIP (Sterilization In Place). • Fungsi utama: membersihkan dan mensterilkan bagian dalam reaktor dengan mudah dan cepat, sehingga mengurangi risiko kontaminasi silang.
Bagian-bagian di atas bekerja sama membentuk fungsi inti bioreaktor, memungkinkan pengendalian proses biologis secara efektif di laboratorium atau produksi industri untuk menghasilkan produk target.

Produk akhir dari bioreaktor
Bioreaktor dapat menghasilkan berbagai macam produk biologis, yang terutama berasal dari pertumbuhan, metabolisme, atau aktivitas ekspresi mikroorganisme, sel, atau biomolekul. Berikut adalah beberapa produk akhir yang dapat dihasilkan oleh bioreaktor:
1. Produk medis: • Protein obat: obat protein terapeutik seperti insulin, interferon, hormon pertumbuhan, antibodi monoklonal, dll. Vaksin: seperti vaksin partikel virus, vaksin subunit rekombinan, dll. Reagen diagnostik penyakit, seperti antibodi berlabel enzim dalam enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).
2. Bioenergi: • Bahan bakar hayati: bahan bakar cair yang diperoleh melalui fermentasi mikroba, seperti etanol dan butanol. Biohidrogen: beberapa mikroorganisme dapat menghasilkan gas hidrogen dalam kondisi tertentu.
3. Aditif makanan dan nutrisi: • Sediaan enzim: enzim yang banyak digunakan dalam pengolahan makanan dan produksi minuman, seperti amilase dan lipase. Bahan pangan fungsional: seperti probiotik, serat pangan, polisakarida fungsional, dll.
4. Bahan baku kimia: • Bahan kimia berbasis hayati: seperti prekursor bioplastik, pelumas berbasis hayati, biosurfaktan, dll. Produk fermentasi: asam organik dan senyawa alkohol seperti asam laktat, asam sitrat, asetona butanol, dll.
5. Pengelolaan lingkungan: • Agen bioremediasi: agen mikroba yang digunakan untuk pengolahan air limbah atau remediasi tanah. Desulfurizer biologis: memanfaatkan mikroorganisme untuk menghilangkan sulfida dari gas berbahaya.
6. Aplikasi penelitian ilmiah: Berbagai alat biologi molekuler seperti protein rekombinan dan RNA yang digunakan dalam penelitian ilmiah dasar.
Singkatnya, bioreaktor memainkan peran penting dalam industri bioteknologi modern, mengoptimalkan proses biologis untuk mencapai produksi skala besar dan penerapan komersial berbagai produk biologis.
Pemasangan dan commissioning bioreaktor adalah tugas yang teliti dan profesional, mencakup berbagai langkah dan poin teknis. Berikut ini adalah ikhtisar langkah-langkah utama pemasangan dan commissioning bioreaktor:
Tahap pemasangan
1. Persiapan di lokasi: • Pastikan area pemasangan bersih, rata, bebas debu, dan mematuhi peraturan biosafety serta keselamatan listrik. Siapkan fondasi atau rangka penyangga yang sesuai dengan berat dan ukuran peralatan.
2. Penempatan peralatan: Gunakan alat pengangkat dan personel yang sesuai, lalu tangani dan tempatkan badan utama serta peralatan pendukung bioreaktor dengan benar sesuai petunjuk, seperti pengendali, peralatan daya, pipa, dan instrumen.
3. Penyambungan pipa: Pasang pipa masuk dan keluar, pipa sirkulasi, pipa ventilasi, pipa cairan pembersih, pipa pembuangan limbah, dan lain-lain, serta pastikan semua sambungan tersegel dengan andal untuk menghindari kebocoran.
4. Instalasi kelistrikan: Teknisi listrik profesional harus menyelesaikan pemasangan kabel daya, kabel sinyal, panel kontrol, dan komponen listrik lainnya sesuai gambar kelistrikan, serta memastikan grounding yang baik dan pemasangan komponen listrik yang stabil.
5. Konfigurasi instrumen: Pasang berbagai sensor seperti probe suhu, elektroda pH, meter oksigen terlarut, pengukur tekanan, dan lain-lain, lalu kalibrasi hingga kondisi kerja normal.
6. Integrasi sistem kontrol: • Integrasikan reaktor dengan sistem kontrol otomatis pendukungnya (seperti PLC atau DCS), lalu atur dan lakukan debugging pada berbagai parameter kontrol.
Tahap debugging
1. Startup awal: • Nyalakan daya, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem kontrol, pastikan setiap unit berfungsi dengan baik, dan jalankan program self-test bawaan.
2. Operasi tanpa beban: Jalankan sistem pengadukan, sistem kontrol suhu, sistem ventilasi, dan lain-lain pada reaktor tanpa beban biologis, lakukan debugging tanpa beban, serta uji kinerja peralatan dan stabilitas sistem.
3. Operasi simulasi: • Gunakan larutan simulasi sebagai pengganti media biologis aktual untuk uji coba operasi, uji kondisi kerja peralatan dalam kondisi yang mendekati operasi sebenarnya, dan sesuaikan serta optimalkan strategi kontrol.
4. Pengenalan beban biologis: Berdasarkan rencana eksperimen atau produksi, masukkan beban biologis mikroba atau sel, lalu secara bertahap sesuaikan ke kondisi proses yang sesuai untuk pertumbuhan dan metabolisme biologis.
5. Optimisasi parameter proses: Berdasarkan proses reaksi biologis, sesuaikan secara dinamis parameter seperti suhu, nilai pH, oksigen terlarut, dan suplai nutrisi untuk mencapai hasil produk dan kualitas yang ideal.
6. Pemeriksaan dan verifikasi keselamatan: • Pastikan semua langkah keselamatan telah tersedia, termasuk alarm batas berlebih dan fungsi penghentian darurat yang efektif, serta lakukan verifikasi sistem CIP (Cleaning in Place) dan SIP (Sterilization in Place).
7. Evaluasi kinerja dan penerimaan: • Uji dan evaluasi berbagai indikator kinerja bioreaktor, catat hasil debugging, dan lakukan serah terima resmi setelah memenuhi harapan desain dan kebutuhan pengguna.
Selama seluruh proses pemasangan dan debugging, kepatuhan ketat terhadap prosedur operasi dan peraturan keselamatan harus dijalankan. Jika perlu, personel teknis pabrikan harus diundang untuk memberikan panduan di lokasi atau bekerja sama dengan lembaga pengujian pihak ketiga untuk penerimaan. Pada saat yang sama, manual pengoperasian dan pemeliharaan peralatan yang terperinci harus disusun untuk memastikan operasi jangka panjang yang stabil dan pemecahan masalah di masa mendatang.
Shanghai Beyond Machinery Co., Ltd
Beyond Machinery mengkhususkan diri dalam desain dan manufakturbioreaktor baja tahan karat. Silakan hubungi kami sekarang, dan para insinyur teknis profesional kami akan menyesuaikan rencana peralatan untukbioreaktor baja tahan karatdan memberikan penawaran harga. Silakan hubungi kami sekarang untuk mendapatkan rencana peralatan dan penawaran harga terbaru.

- NO.680, Tingyi Road, Jinshan District, Shanghai, China
- +86-21-67322591
- +86-15900991760
- master@shbenyou.com
- WeChat/WhatsApp:+86-15618668723